Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Kita tahu bahwa mendidik anak untuk disiplin sejak usia dini amatlah penting, walaupun hal itu mungkin masih susah diterapkan. Tetapi dengan iming-iming penanaman disiplin sejak dini kelak berpengaruh pada perkembangan moral anak saat dia beranjak dewasa, ayo jangan menyerah!

Pada prinsipnya disiplin adalah keharusan bagi anak untuk taat pada aturan-aturan yang berlaku di sekitarnya, baik di rumah, di sekolah ataupun lingkungan sekitar. Disiplin merupakan sikap moral seseorang yang tidak secara otomatis ada pada dirinya sejak lahir, tetapi harus dibentuk oleh lingkungan melalui perlakuan orang tua/orang dewasa sebagai role model.

Berbeda orangtua, berbeda pula gaya mendisiplinkan si anak. Tapi hati-hati, alih-alih patuh, cara mendisiplinkan yang tak efektif malah membuat anak cenderung melawan atau mengabaikan orang tua. Jangan sampai terjadi. Maka hindari hal-hal di bawah ini:

1. Berteriak-teriak atau membentak

Mungkin sulit rasanya bagi orangtua untuk tidak meninggikan suaranya ketika anak tidak bisa patuh atau melakukan perbuatan yang salah. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah tarik nafas dalam-dalam dan bersabarlah. Meneriaki anak seperti itu tidak membantunya menjadi lebih disiplin. Ketika kita berteriak-teriak atau membentak anak, pesan apa pun yang kita sampaikan tidak akan dipahami. Anak hanya akan diselimuti rasa takut dan sakit hati. Mereka bertanya-tanya mengapa orangtuanya tega menyakiti perasaannya, padahal mereka belum begitu mengerti apa yang salah dari perbuatannya. Komunikasikanlah secara halus dan penuh cinta.

2. Mengomel atau menceramahi panjang lebar

Terkadang, ada orangtua yang memiliih cara mendisiplinkan anak dengan mengomel panjang lebar dengan nada yang menyalahkan dan penuh tuntutan. Namun sebenarnya, hal tersebut malah akan membuat anak-anak bosan dan cenderung tidak menimbulkan efek jera apa pun. Daripada berbicara panjang lebar tapi tidak didengarkan bisa-bisa kita yang dongkol sendiri. Sampaikan secara padat, singkat, dan jelas. Jangan lupa juga jelaskan perubahan sikap yang kita ingin darinya atau sikap yang tidak seharusnya dia lakukan. Hal ini akan jauh lebih mudah diingat dan dipatuhi anak.

3. Mengancam anak

Tak jarang, secara tidak sadar orangtua mengancam anaknya jika tidak menurut. Boleh mengancam, tapi tidak dilakukan dengan sering dan pastikan hal itu untuk kebaikan dan keselamatan anak. Jika kita memberi anak-anak ancaman berulang tanpa menindaklanjuti ancaman tersebut, anak akan menganggap bahwa kita tidak serius.

4. Menggunakan kekerasan

Senakal apa pun anak, kekerasan bukanlah solusi. Anak belajar berperilaku dari orangtuanya. Jadi kalau kita menggunakan kekerasan, yang akan dicontoh anak adalah menggunakan kekerasan sebagai cara menyelesaikan masalah. Anak juga akan meniru orangtuanya yang tidak mampu mengendalikan diri ketika sedang emosi.

5. Mempermalukan anak

Satu hal lagi yang dilarang saat mendisiplinkan anak yaitu membuatnya merasa malu. Misalnya anak tantrum. Jangan menghukum dengan cara memarahinya di depan umum, apalagi dengan suara keras. Ingat, sering kali anak tidak tahu kalau perbuatannya itu salah (atau seberapa besar kesalahannya). Orangtua harus bisa melihat dengan kacamata anak-anak, jangan selalu berasumsi bahwa anak seharusnya mengerti kalau perbuatannya salah.

Belajar menjadi orang tua yang baik itu seumur hidup. Good luck!

Leave a Reply