Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Apakah Anda calon Ayah atau baru saja mendapat predikat Ayah baru? Mungkin Anda sudah memiliki beberapa gagasan tentang artinya menjadi seorang Ayah. Gagasan itu berakar pada pengalaman Anda dengan Ayah Anda sendiri atau dengan melihat pengalaman orang lain. Semakin Anda mempelajari arti sosok Ayah yang sebenarnya, semakin Anda memiliki kesempatan untuk menjadi sosok Ayah idaman. Inilah 5 kepercayaan umum dan kebenaran dibaliknya.

Mitos 1: Hanya rasa seorang ibu hamil yang penting

Kesehatan fisik dan mental istri penting, namun perasaan Anda juga tidak kalah penting. Sangat mudah bila Anda sebagai calon Ayah berbicara penuh semangat tentang hal positif, di sisi lain kesulitan mengutarakan ketakutan dan kekhawatiran yang Anda rasakan.

Anda mungkin bertanya-tanya, akankah saya pingsan saat istri melahirkan? Akankah ada komplikasi medis? Setelah bayi lahir, bagaimana hubungan kita akan berubah? Dapatkah saya mengejar karir saya dan menjadi Ayah yang saya dambakan?

Pasangan Anda perlu mendengar perasaan Anda. Jangan takut akan membebani dia. Kebanyakan wanita menginginkan dan membutuhkan interaksi semacam ini, dan mereka tahu bahwa menjadi seorang Ayah membawa tantangan. Berbagi dengan pasangan Anda akan membuat Anda semakin dekat. Anda juga dapat sharing dengan calon Ayah lainnya dan membaca buku tentang menjadi seorang Ayah.

Mitos 2: Bayi yang baru lahir tidak benar-benar membutuhkan Ayah

Interaksi yang intens antara pasangan Anda dan bayi membuat Anda bertanya-tanya apakah bayi membutuhkan sosok Ayah saat ini? Anda mungkin hanya bisa bengong saat istri Anda sedang menyusui. Yakinlah, Anda adalah bagian penting dari kehidupan bayi Anda. Anda dapat menghibur dan menenangkannya. Mengambil alih saat istri selesai menyusui akan memberi kesempatan istri untuk memulihkan energinya. Bukan hanya dengan Ibu, bonding dengan bayi juga wajib dilakukan oleh seorang Ayah.

Mitos 3: Pria tidak tahu bagaimana merawat anak kecil

Ini adalah kebohongan besar yang membuat Ayah tidak memiliki hubungan yang kuat dengan bayinya. Hal ini juga menyebabkan kegelisahan bagi ibu baru yang khawatir bahwa pasangan mereka tidak mampu menangani bayi.

Selain menyusui, tidak ada alasan bahwa seorang pria tidak bisa menjadi pengasuh utama anak. Pengasuhan adalah pekerjaan seorang ibu dan ayah. Jika Anda menghabiskan waktu dengan bayi Anda, Anda akan menjadi peka terhadap kebutuhannya.

Mitos 4: Pria yang fokus pada anak, tidak bisa mengejar karir

Hal ini tidak berlaku lagi bagi pria. Ayah sibuk bekerja namun tetap menjadi sosok orang tua setiap hari. Ayah harus mampu membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Menjadi ayah yang baik adalah prestasi yang signifikan dalam hidup. Ketentuan cuti ayah yang berlaku adalah salah satu bukti peran seorang Ayah pada masa kelahiran anak adalah hal penting.

Mitos 5: Anda ditakdirkan untuk menjadi seperti Ayah Anda sendiri

Wajar untuk memikirkan masa kecil Anda dahulu, akankah mengikuti jejak pengasuhan orangtua Anda dahulu? Ingat, Ayah Anda bukan satu-satunya teladan utama untuk mengasuh anak. Lihatlah orang lain yang telah berhasil merawat anak-anaknya. Fikirkan para guru, kolega, teman, paman, saudara laki-laki dan sebagainya. Gunakan pengalaman itu untuk menciptakan identitas Anda sebagai Ayah idaman. Anda hidup di zaman modern maka berbagai literatur dan penelitian ilmiah juga dapat menunjang prestasi Anda menjadi sosok Ayah hebat.

Dad, are you ready?

Leave a Reply