Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Mental yang kuat adalah kunci untuk membantu anak mencapai potensi terbesar mereka. Anak yang kuat mental bukan berarti anak yang tidak bersedih saat mengalami kegagalan tapi jauh lebih dari itu. Anak yang kuat mental adalah anak yang saat mengalami kegagalan, dia mungkin merasa kecewa namun dia akan bangkit untuk mencoba lagi dan lagi. Membesarkan anak yang kuat mental mengharuskan orangtua untuk menghindari ‘praktik’ parenting yang tidak menyehatkan mental anak. Apa sajakah itu?

1. Jangan pernah keceplosan berkata ‘nakal’
Alih-alih sadar dan merubah diri, mereka justru akan percaya bahwa dirinya memang nakal karena sudah menjadi “label” dalam alam bawah sadarnya.

2. Jangan pernah keceplosan berkata anak ‘cengeng’
“Jangan cengeng dong nak, gitu aja nangis”.
Tujuan ingin menenangkan, justru ini membawa dampak tidak baik bagi mental anak. Ini sama saja dengan mengajari mereka bahwa mengungkapkan emosi dan mengekspresikannya itu tidak boleh.

3. Jangan pernah keceplosan, “masa gini aja nggak bisa?”
Jika hal ini terjadi, kita telah mematikan potensi dan kepercayaan diri mereka. Mereka akan merasa gagal untuk melakukan sesuatu yang dianggap mudah.

4. Membandingkan
“Kakak bisa dapet nilai bagus, kok kamu enggak? Makanya belajar biar pinter, biar bisa seperti kakak”.
Percayalah, dengan membanding-bandingkan atau menyamakan seorang anak dengan orang lain, kita telah merusak mentalnya secara tidak langsung. Setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

5. Membuatnya merasa bersalah
“Dito membuat mama pusing”
Si anak akan merasa bertanggung jawab atas perasaan buruk yang telah dialami oleh orang lain. Nah saat dewasa nanti, anak akan cenderung tumbuh dengan rasa percaya diri yang kurang dan juga susah bersosialisasi.

6. Ancaman
“Jangan bandel nanti disuntik dokter”
Yah.. mengancam adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengendalikan seorang anak. Namun secara tidak sadar kita telah menumbuhkan rasa takut melalui intimidasi.

Leave a Reply