Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

“Everything [children] see, hear, feel, touch, or even smell impacts their brain and thus influences the way they view and interact with their world—including their family, neighbors, strangers, friends, classmates, and even themselves” – Daniel J. Siegel, a clinical professor of psychiatry at the UCLA School of Medicine and Executive Director of the Mindsight Institute.

Sudah tidak diragukan lagi bahwa terdapat banyak manfaat yang didapat dari sensory play. Sensory play might be messy but it’s vital to kid’s development. Melatih perkembangan otak, melatih regulasi diri, meningkatkan bonding, membantu perkembangan bahasa, motorik halus kasar, kognitif, sosial emosional dan kreativitas. Namun sepertinya ada satu hal yang terlupakan bahwa sensory play yang dilakukan di luar rumah/di alam juga baik untuk kesehatan anak.

Menurut Jack Gilbert, seorang ilmuwan yang mempelajari ekosistem mikroba di University of Chicago dan penulis buku “Dirt is Good”, anak-anak membutuhkan lebih banyak ‘kotoran’ dalam kehidupan mereka untuk mengembangkan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Gilbert merasa kesalahan terbesar yang dilakukan kebanyakan orang tua adalah terlalu mensterilkan lingkungan anak mereka dengan mencegah bermain di luar ruangan. Misalnya, saat anak berusia 3 tahun masuk ke halaman belakang dan sedikit berlumpur, reaksi orangtua adalah membawanya masuk dan membasuhnya. Tetapi Gilbert mengatakan itu bukan ide terbaik karena membuat anak-anak terpapar kuman benar-benar dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.

Roger Hart, profesor psikologi lingkungan di Graduate Center of the City University New York membahas tren baru tempat bermain ‘barang rongsokan’. Anak-anak diberi kesempatan untuk membangun dan menghancurkan barang, menggunakan alat dengan sedikit pengawasan dan terlibat dalam sejumlah besar permainan sensorik. Menurut Hart, banyak hal positif yang didapat dan salah satunya adalah perkembangan fisik. Bermain adalah indikator kesehatan yang hebat. Disitulah anak menciptakan dunia mereka dan belajar mengenal diri mereka sendiri. Permainan yang merusak dan konstruktif merupakan bagian penting dalam mengembangkan kemampuan motorik dan mental.

Anak bisa belajar banyak dengan keluar dan menjadi kotor. So, dirty is good.

Leave a Reply