Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Terlahir dari keluarga yang terpecah memang sangat membuat hati kita terlalu rentan untuk sakit. Apapun langkah kita selalu ada saja hambatan, lebih seringnya bukan dari luar, namun dari dalam diri kita sendiri. Ketakutan sering muncul, bayangan kegagalan dalam hal apapun membuat hati kita semakin kecil. Saya terlahir dan besar dari broken home, lebih tepatnya adalah saksi hidup bagaimana sebuah kehancuran itu terjadi. Kita lebih menjadi pribadi yang serba hati-hati dalam menjalani kehidupan, bukan tanpa sebab, namun itulah yang dialami. Tidak banyak yang mengerti tentang kehati-hatian kita, justru kita dianggap sebagai orang yang dianggap mendahului kehendak sang Maha pencipta. Padahal itu adalah upaya kita untuk lebih tabah apabila terjadi hal yang buruk pada kehidupan.

Alih alih menjadi lebih waspada terhadap apa apa yang kita jalani, namun banyak dari kita yang terjebak dalam bendungan emosi. Meski begitu, apabila kalian mengalami hal yang sama, cobalah untuk mencoba apa yang pernah saya lakukan.

Berikan waktumu khusus untuk menangis

Mengapa demikian? Saya adalah orang yang sangat rapuh, bagi kalian diluar sana terlebih kepada cewek, luangkanlah waktu kalian untuk benar benar bersedih, ketika saya selesai menangis dan berdoa kepada Tuhan, bahwa saya meminta kepada Tuhan untuk diberikan kekuatan. Air mata cukup mampu membuatmu tenang. Air mata bisa menuangkan kesedihan yang ada dalam dadamu yang telah terasa sesak hingga nanti akan membuatmu lega.

Percayalah kekuatan Doa

Tuhan tidak akan memberikan penderitaan kecuali kamu mampu. Dan Tuhan memberikan itu bukan tanpa sebab, karena manusia dengan tempaan yang begitu keras dengan beban yang begitu berat bukanlah orang sembarangan, dengan ujian serta penderitaan yang diberikan Tuhan, disitulah Tuhan menyelipkan kejutan-kejutan untukmu. Mintalah kepada Tuhan, dalam doa dan tangismu. Tuhan akan memberikan kekuatan. Tuhan akan memberikan hadiah kekuatan bagimu.

Menghindari suatu kebimbangan

Pada usia saya dulu yang tergolong masih ABG, saya mencoba untuk menghindari hal hal yang membuat saya bimbang. Pada usia remaja memang sangat rentan terhadap godaan. Terjerumus kehal negatif bukan tidak mungkin, itu pasti saja mungkin. Ajakan kawan ataupun keinginan memberontak pasti ada. Saya lebih memilih untuk tidak memilih hal itu terlebih dahulu, mulailah dengan hal yang pasti, sukai dan lebih sukai hal yang kamu lakukan, kalian menyukai gambar, maka disitu kalian akan bisa lebih optimal, tuangkan kedalam karya kalian, mengenai rasa berontak, mengenai kesedihan, dulu saya memilih untuk menulis puisi. Kemarahan, kesedihan, berontak, keinginan untuk menghancurkan diri sendiri, disitu saya tuagkan, hingga akhirnya saya bisa lebih menstabilkan emosi. Jangan pilih kebaikan jika kamu ragu dan jangan pilih jalan buruk jika kamu berfikir akan tersesat, jika kamu dalam kondisi stabil, kamu akan lebih bisa memilih mana jalanmu tanpa harus diberi nasihat keras sekalipun. Kalian pasti akan mengerti.

Menguatkan diri sendiri

Sebuah luka goresan akan tertutup karena adanya trombosit yang sadar bahwa terjadi kebocoran pada jaringan kulit tubuh. Begitu juga dengan kita, ketika emosi sudah stabil dan cukup tenang maka hati dan pikiran kita akan kuat dan siap dengan kenyataan yang ada dan menyudahi kesedihan yang dialami.

Membawa kearah yang baik

Ketika kita sudah stabil, lebih baik untuk cepat menuju hal yang baik, mengapa demikian? Karena bukan berarti ketika emosi sudah stabil, kita sudah bisa memilih suatu keputusan dalam hidup, kita tidak rentan memilih jalan hidup. Karena tidak sedikit orang yang berfikir sudah menerima takdir akan mengatakan “aku menerima jika keluargaku hancur, lalu kenapa aku harus menjadi orang baik, biarlah begini seperti keluargaku, mereka tidak akan ada yang memperdulikan dan menuntut aku baik dan sukses” ketahuilah para wanita diluar sana. Kalian boleh memilih jalan hidup kalian, namun akakah kalian akan memberikan beban kepada keturunanmu kelak memikul 2x beban darimu sekarang? Hidup hanya sekali, jika kalian membenci orangtua kalian karena berpisah hingga membuatmu seperti sekarang, mengapa kalian tidak menghentikanya untuk anak kalian kelak, kalian sangat mampu untuk itu. Sangat sangat mampu

Tuhan akan ada beserta kalian yang tabah dan sabar dalam menghadapi ujian hidup, bukan karena tanpa sebab, Tuhan menjanjikan kenaikan derajadmu dimataNya, Tuhan akan membantu memberikan kekuatan lebih. Namun, jika bukan kita sendiri yang membangkitkan kekuatan itu, siapa lagi?

Nurul Hikmah

Leave a Reply