Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Sangat wajar jika seorang preschooler mengalami masa-masa sulit untuk berbagi. Umumnya mereka memahami konsep berbagi dan mengembangkan empati, minimal usia tiga tahun tetapi membutuhkan waktu lebih lama hingga anak benar-benar siap. Umumnya mereka menempatkan kebutuhan mereka terlebih dahulu dan akan berontak saat orang lain menghalangi. Jadi jangan kaget jika anak tiba-tiba mengambil mobil-mobilan atau menolak saat temannya melihat buku favoritnya.

Bagaimana saya harus mengajarkan pada anak untuk rela berbagi?

Buatlah itu menjadi hal yang menyenangkan

Anda bisa melatih dengan mengajaknya bermain bersama. Ajarkan permainan koperasi dengan rule permainan dia harus bekerjasama dengan orang lain. Hindari dahulu permainan yang sifatnya kompetitif. Cara lain Anda bisa mencoba melakukan teka-teki gambar bersama, bergantian untuk mengisi potongan gambar atau permainan kerjasama lainnya. Anda juga bisa berbagi pekerjaan rumah seperti menyirami tanaman, menyapu lantai, membongkar belanjaan bersama dan sebagainya.

Jangan pernah menghukum karena dia tidak mau berbagi

Anda mungkin malu jika melihat anak Anda menyambar mainan temannya atau mengamuk karena mainan miliknya dipinjam. Ingat, jangan sampai Anda mengatakan bahwa dia ‘egois’ atau memaksanya untuk menyerahkan barang tersebut dengan segera. Hal ini dapat menimbulkan dampak buruk pada psikologi anak. Cobalah untuk memberinya kelonggaran dan akui bahwa mungkin dia tidak sengaja menolak untuk berbagi. Ingatlah wajar jika anak ingin menyimpan barang untuk dirinya sendiri karena dia merasakan apa artinya memiliki. Yakinlah saat dewasa dia akan belajar bahwa berbagi dengan teman jauh lebih menyenangkan daripada bermain sendiri.

Komunikasikan 

Pertama, saat anak Anda bertengkar dengan temannya karena sebuah mainan, segera lakukan intervensi sebelum suasana memanas. Jika salah satu anak telah mengamuk, coba alihkan anak Anda ke area lain sampai keadaan kondusif. Begitu keduanya sudah tenang, diskusikan bersama dengan cara yang bijaksana dan penuh kasih.

Kedua, jika salah satu gigih untuk tetap memainkannya, coba komunikasikan bagaimana perasaannya. Misalnya “Jo sangat ingin memainkannya untuk saat ini, bisakah (kamu) bermain mainan yang lainnya?”

Ketiga, bantu anak untuk mengekspresikan perasaannya lewat kata. Misalnya, “sepertinya (kamu) merasa marah” atau “(kamu) terlihat sedikit kecewa”. Hal ini akan meyakinkan anak bahwa Anda mengerti bagaimana perasaannya.

Ajarkan untuk memecahkan masalah

Dorong anak untuk mau berbagi mainan dengan temannya. Anda bisa mengajak mereka untuk membuat kesepakatan dan mengatur timer untuk menandai setiap giliran waktu bermainnya. Yakinkan bahwa berbagi tidak sama dengan memberi, dan tunjukkan bahwa jika dia membagikan mainannya, temannya pun kelak akan melakukan hal yang sama untuknya.

Hormati barang miliki anak

Mungkin anak merasa bahwa pakaian, buku dan mainannya bisa hilang atau rusak sehingga dia tidak mau membagikannya. Mintalah izin sebelum Anda membiarkan temannya meminjam barangnya dan beri dia pilihan untuk mengatakan tidak. Jika anak bersedia meminjamkan, pastikan temannya juga bersedia menjaganya dengan baik.

Sebelum bermain bersama, tanyakan apakah ada sesuatu yang tidak ingin dibagikan dan bantulah dia menyimpannya. Kemudian mintalah dia untuk memikirkan barang atau mainan yang bisa dimainkan bersama. Mintalah temannya untuk membawa mainannya juga sehingga anak Anda dengan senang hati akan berbagi atau bertukar mainan.

Berikan contoh yang baik

Cara terbaik bagi anak Anda yang berusia tiga atau empat tahun untuk belajar berbagi adalah dengan meniru orang tersayang di sekitarnya. Anda bisa saling berbagi makanan dengannya, menawarkan atribut untuk dicobanya dan tanyakan apakah Anda boleh mencoba barangnya.

Gunakan kata “berbagi” untuk menggambarkan apa yang Anda lakukan, dan biarkan anak Anda tahu bahwa Anda dapat berbagi cerita, perasaan  dan juga berbagi barang. Terpenting, biarkan dia melihat Anda memberi dan menerima, berkompromi, dan berbagi dengan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.