Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Beberapa makanan harus dikonsumsi dengan hati-hati atau dalam porsi yang sedikit karena bisa mengakibatkan faktor resiko. Berikut adalah contoh makanan yang harus dibatasi pemberiannya atau hanya boleh diberikan sesekali saja untuk balita.

Makanan yang tinggi lemak dan gula 

  • kue
  • biskuit
  • es krim

Balita membutuhkan banyak kalori untuk membuatnya tetap berenergi, namun makanan ini hanya memiliki sedikit manfaat gizi. Makanan yang mengandung gula tinggi dapat meningkatkan resiko overweight pada anak. Pastikan pemberian makanan ini dalam porsi kecil atau cobalah untuk menawarkan alternatif yang lebih sehat untuk anak Anda.

Permen dan coklat

Tak kalah favorit, tetapi sebaiknya tidak dimakan setiap hari. Makanan manis bisa merusak nafsu makan anak Anda. Selain itu juga bisa merusak giginya.

Makanan asin

Balita tidak memerlukan garam lebih dari 2 g sehari. Mungkin akan sulit mengawasinya karena beberapa makanan mengandung garam secara alami. Berikut beberapa tips untuk menghindari pemberian garam secara berlebih:

  • tawarkan makanan ringan asin atau keripik tidak lebih sekali dalam seminggu dengan porsi yang tidak terlalu banyak
  • cobalah untuk tidak menambahkan garam khusus untuk balita Anda. Anda bisa menambahkan bumbu lainnya untuk menambah cita rasa
  • batasi pemberian makanan siap saji. Makanan ini sering mengandung banyak garam tersembunyi. Jika terpaksa maka berikan pada porsi kecil

Minyak ikan 

Oily fish seperti ikan salmon, mackerel dan tuna segar dalah sumber utama lemak omega-3, vitamin, dan mineral. Walaupun sangat bermanfaat namun Anda tidak perlu sering memberikannya pada balita. Hal ini karena oily fish mengandung sejumlah kecil toksin yang bisa terbentuk seiring berjalannya waktu. Tawarkan jenis ikan ini satu kali dalam seminggu.

Kacang kacangan

Jika balita Anda atau salah satu anggota keluarga menderita asma, hayfever atau alergi makanan berhati-hatilah untuk pengkonsumsian jenis makanan ini. Lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Leave a Reply