Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Tentu ini akan menjadi masa-masa paling sulit bagi seseorang yang memang belum memiliki pengalaman berinteraksi dengan balita. Menurut Yamalis Diaz, PhD, seorang psikolog anak, kebanyakan orang tidak tahu topik yang harus dibicarakan, menganggap bahwa balita belum mengerti dan mustahil untuk mereka merespon. Mereka tidak mencobanya dan ini menjadi interaksi yang canggung antara keduanya.

Sebenarnya bisa saja balita melakukan percakapan bahkan saat usianya 2 tahun. Orang dewasalah yang harus mengarahkan. Beberapa tips dari Yamalis Diaz dapat membantu Anda berbicara dengan balita tanpa harus merasa seperti robot.

Jangan Memulai dengan Membordir Pertanyaan

Jangan langsung mengajukan beberapa pertanyaan, seperti; apa warna favoritmu? atau bagaimana sekolahmu? atau apa makanan favoritmu?. Mungkin ini salah satu jalan keluar paling mudah namun biasanya percakapan akan berakhir dengan cepat. Mereka cenderung menjawab hanya dengan satu kata.

Refleksikan Apa yang Mereka Katakan

Misal balita berkata, “nenekku membuat kue.” Anda bisa menjawab, “Oh wow nenekmu membuat kue. Aku juga membuat kue. Kue favoritku adalah chocochips. Kue apa yang nenekmu buat?”.

Anda hanya perlu mengikuti jejak kemana saja percakapan terjadi.

Persiapkan Topik Pengganti

Balita memiliki rentang perhatian yang lebih pendek. Mereka mungkin akan cepat kehilangan minat terhadap topik yang sedang Anda bicarakan atau mereka sudah merasa bosan. Ditambah ada gangguan lain di sekitar mereka yang lebih menarik daripada obrolan Anda. Memikirkan kembali topik yang harus dibicarakan adalah seperti melepaskan anak panah.

Mulai dengan, “Banyak anak bercerita padaku…” atau “Ketika saya kecil…”

Jika Anda mencapai ambang batas pada sebuah topik, mulailah membicarakan sesuatu yang berbeda. Anda bisa mulai bercerita, “Banyak anak bercerita bahwa mereka suka bermain Minecraft. Apakah kamu juga memainkannya? atau “Ketika saya kecil, saya suka Minecraft, apakah kamu juga menyukainya?”. Pernyataan starter bahwa mereka juga dapat berhubungan dengan topik tersebut membuat mereka lebih tertarik untuk menjawab.

Deskripsikan

Penelitian menunjukkan bahwa ketika Anda menggambarkan hal yang terjadi di sekitarnya maka percakapan akan berlangsung lebih lama dan kosakata anak bisa meningkat. Misal saat anak sedang menggambar, Anda bisa mengatakan, “Wow kamu menambahkan topi pada kucing itu. Sekarang kamu bisa mewarnainya dengan warna yang kamu suka”. Anak akan percaya perhatian Anda sepenuhnya pada mereka.

Buatlah Humor

Anak-anak menyukai lelucon bahkan hanya sekedar cerita konyol. Anda bisa bercerita yang bahkan menurut kita itu bukan hal yang lucu, bisa jadi anak menyukai dan tertarik mendengarkannya.

Ingat: Anak Benar-benar Ingin berbicara dengan Anda

Meskipun mungkin merasa sulit untuk dipercaya, anak-anak menginginkan perhatian dari orang dewasa, jadi kemungkinan mereka ingin berbicara dengan Anda. Menurut Dr. Diaz bahwa anak-anak melakukan hal untuk mendapatkan perhatian orang dewasa pada setiap kesempatan yang mereka dapatkan.

inspiration: www.babycentre.co.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.