Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Dalam kehidupan yang kita jalani memilih sebagai orang fleksibel tentu sangatlah sulit. Kadang semua itu bertentangan dengan prinsip diri kita masing-masing. Akibat dari adanya pertentangan itu mungkin membuat kita menjadi pribadi yang dianggap antagonis. Fleksibel yang dimaksud adalah kadang lingkungan memaksa kita untuk ikut andil dalam hal-hal yang negatif, seperti membicarakan keburukan orang misalnya, kemudian jika kita memilih menghindari perkumpulan itu, kita dianggap orang yang anti-sosial dan sok suci. Hal baik dan dianjurkan, namun dianggap salah.

Kemarahan terhadap orang-orang yang membuatmu merasa dicurangi. Bukankah kita harus marah? Orang menggunjingmu dengan apa yang sama sekali tidak kamu lakukan, keluarga yang diganggu, apakah ini cukup mengasyikan bagi mereka? Ketika kita akan bertindak justru semua orang mengeluhkan sikap kita yang marah. Orang yang sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi bukankah harusnya kita marah? Jika mereka menginginkan tau yang sebenarnya, apakah tidak akan menjadi bulan–bulanan mereka seperti yang mereka bicarakan terhadap orang lain? Pikirkan jika itu terjadi kepada kita.

https://www.pexels.com/

Fleksibel yang orang orang lain maksud hanyalah “ya sudah, diikuti saja bagaimana masyarakat hidup, membicarakan keburukan orang lain, ikut memandang rendah, menggunjing orang, menghakimi benar dan salah seperti Tuhan” tapi bagi kita tentu tidak bisa seperti itu. Kehidupan milenial sangat lebih dari fleksibel seperti itu, bahkan gosip-gosip merebak tanpa penghalang dan sangat menjamur. Konten seperti itu sangat digemari. Ikut campur kedalam urusan pribadi manusia lain dan megomentari dengan penuh nafsu. Tidak ada ruang–ruang pribadi.

Lalu bagaimana kita bisa hidup dengan maraknya hal buruk yang mulai membiasa? Saya yakin anda semua pasti terkadang muak dan memilih hal lain untuk dikerjakan. Sekarang mulailah ! karena ketika tidak ada demand maka tidak akan ada supply. Jika anda sangat membenci hal-hal yang berbau ikut campur dalam urusan orang lain, maka mulailah dengan urusan yang sedikit bermanfaat. Karena jika kita menyukai gosip gosip maka akan ada seorang atau sekelompok orang yang berusaha menjadi yang maha tau dan menyebar berita berita yang tanpa dosa dan dimuat dimana-mana.

Mereka menyebut saya antagonis. Karena saya memilih anti sosial. Saya tidak anti sosial, saya hanya memilih jalan hidup yang saya tempuh dengan tenang dan meghargai privasi orang. Katakan itu pada orang yang menggunjingmu.

 

Nurul Hikmah

Leave a Reply