Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Jika anak terbangun, menangis atau takut dan kesulitan untuk kembali tidur, kemungkinan dia mengalami mimpi buruk. Anak juga mungkin akan mengingat mimpinya hingga esok hari dan merasa terganggu. Jadi nightmare benar-benar berbeda dengan night terror.

Why nightmares happen?

Anak-anak sesekali mengalami mimpi buruk, tetapi anak usia 2 – 4 tahun sangat rentan terhadap hal ini. Usia ini adalah usia ketika ketakutan normal dan imajinasi berkembang. Penyebab mimpi buruk pun bermacam-macam, seperti; anak mendengarkan sebuah cerita yang menakutkan (bahkan jika itu tidak menakutkan bagi kita), menonton acara TV atau film yang menjengkelkan, berusaha keras untuk tidur atau sedang merasa cemas dan stess sepanjang hari. Stres pada anak usia ini, mulai dari toilet training, pindah ke kamar sendiri, perubahan pengasuhan dan sebagainya.

Mimpi buruk muncul ketika anak berada dalam tahap tidur yang paling pulas, yaitu rapid eye movement atau REM. Mimpi yang benar-benar menyeramkan akan menyebabkan dirinya terbangun tiba-tiba. Jika anak Anda masih sangat kecil, ia akan kesulitan membedakan mimpi dan kenyataan. Inilah yang membuat anak jadi histeris atau cemas berlebihan.

How to help your child after a nightmare?

Temani anak di kamarnya sendiri

Kepastian fisik itu penting, jadi peluk dia atau gosok punggungnya sampai dia tenang di kasurnya. Jika Anda membawanya ke tempat tidur Anda, ini akan menjadi kebiasaan. Anda juga akan memberinya kesempatan belajar untuk jadi seorang pemberani sekaligus menunjukkan bahwa mimpi buruk adalah hal yang lumrah terjadi.

Menciptakan suasana yang tenang

Pastikan anak merasa aman dan tenang di tempat tidurnya. Anda bisa menyalakan lampu tidur yang cahayanya lembut. Meletakkan barang favorit di dekatkatnya sambil membacakan cerita bahagia hingga dia mengantuk kembali dan tidur.

Menjanjikan hal yang menyenangkan di pagi hari

Anda bisa menjanjikan hal-hal yang menarik di pagi har, misalnya menonton film favorit atau menyiapkan menu sarapan yang paling dia sukai. Ini juga bisa membantu anak untuk fokus pada hal yang positif di pagi hari, bukan pada mimpi buruknya. Ketika pagi hari tiba, jangan lupa mengapresiasi anak untuk keberaniannya dan lakukan hal yang sudah Anda janjikan. Jika dia masih membicarakan mimpi buruknya, mintalah dia menggambar gambaran tentang apa yang terjadi dalam mimpinya dan biarkan dia membuangnya.

Preventing nightmares

Ini tentu saja tidak mudah, tetapi rutinitas tidur yang damai dapat membantu menangkal mimpi buruk, seperti; mandi air hangat, cerita seru, nyanyian, dan lampu malam. Pilihlah cerita pengantar tidur dengan hati-hati. Hindari buku dengan tema atau gambar yang berpotensi menakutkan.

Terkadang anak merasa lebih baik jika mereka berusaha mengendalikan situasi yang menakutkan tersebut. Meski terdengar konyol dan tidak semua anak terhibur dengan metode seperti ini, berikut beberapa trik untuk dicoba.

Bantu anak membuat ‘dreamcatcher’ dan menggantungkannya di atas tempat tidur untuk menjerat mimpi buruk dan menangkap mimpi indah.

Biarkan dia menggosokkan sedikit body lotion atau krim wajah – Anda bisa menyebutnya “good dream cream” – di perut atau dahi sebelum malam tiba.

Isi botol semprot dengan parfum ekstrak vanili (“semprotan monster” atau “penolak mimpi buruk”) dan biarkan anak Anda membuang mimpi menakutkan dengan menyemprotkan sedikit di sekitar kamarnya sebelum tidur.

Jika Anda mencurigai terdapat kegelisahan atau stres di balik mimpi buruknya, cobalah berbicara dengan anak Anda tentang apa yang mungkin mengganggunya selama siang hari. Jika mimpi buruk tetap ada dan dia sangat takut untuk tidur atau takut di siang hari, bawalah ke dokter. Mimpi itu bisa menandakan masalah emosional yang perlu ditangani.

Leave a Reply