Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Tantrum merupakan bentuk luapan emosi anak yang terjadi ketika anak merasa tidak nyaman atau keinginannya tidak terpenuhi. Pada fase ini parents harus memiliki cara untuk menghadapi perilaku tersebut. Anak yang tantrum bisa melakukan hal-hal konyol sampai ekstrim seperti menangis sambil guling-guling di lantai, menjerit sekuat tenaga, memukul, menendang, menghentakkan kaki hingga membanting benda.

Gapapa, namanya juga anak-anak!

Bukan tanpa sebab yang jelas mereka melakukan hal itu semua. Semua karena mereka belum bisa mengutarakan ‘keinginannya’ dengan Bahasa yang kompleks. Anda lah yang harus tetap sabar, tangguh dan bijak saat menghadapinya. Karena jika salah langkah akan berdampak buruk pada perkembangan mental si anak.

Do and doesn’t when ‘TANTRUM’ is coming!

Pahami penyebab anak tantrum

Penyebab tantrum sangat beragam. Bisa saja ketika anak merasa dalam kondisi yang tidak nyaman, lelah bahkan sakit. Cara pertama yang harus dipahami untuk menghadapi anak tantrum adalah dengan mengetahui penyebab tantrum tersebut. Parents bisa mengingat kira-kira apa saja yang membuat anak tantrum. Lakukan pengamatan beberapa kali dan ingatlah untuk tidak menempatkan anak dalam kondisi tersebut agar tantrumnya tidak muncul.

Perhatikan gejala awal

Sebelum anak tantrum biasanya mereka akan menunjukan tanda-tanda awal. Tanda-tanda awal ini misalnya anak yang rewel, merengek bahkan membuang apa yang ada di tangannya. Jika Anda mengetahui bahwa ini adalah gejala awal anak tantrum maka Anda bisa langsung memberikan penanganan dengan mengalihkan perhatiannya.

Mengalihkan perhatiannya

Cara menghadapi anak tantrum lainnya dengan mengalihkan perhatian. Anda bisa memperlihatkan suatu objek yang kiranya ia minati misalnya dengan menunjuk hewan atau apa saja yang dia suka.

Pindahkan ketempat yang aman

Ketika anak sudah melakukan tantrum biasanya akan mengobjekan benda-benda yang ada disekitarnya. Jika sudah begini amankan kondisi di sekitar anak, misalnya menyingkirkan benda-benda yang terbuat dari kaca atau besi yang dapat melukai anak ketika ia menyentuhnya.

Jangan menyerah dan menuruti keinginan anak

Ketika anak tantrum yang disebabkan oleh keinginannya dan menurut kita itu tidak baik atau belum saatnya mereka mendapatkannya, maka mau tidak mau kita menolaknya dong. Jika tantrum terjadi di tempat umum, kita jangan sampai menyerah karena alasan ‘malu’ dilihat banyak orang. Orang lain pasti memaklumi kok. Karena jika kita luluh, si anak akan terus mengulanginya. Lakukan saja hal gokil dan menggelikan agar anak terhibur. Tantrum tidak akan berjalan lama kok, hanya beberapa menit. Bertahanlah!

Jangan tertawa ketika anak tantrum

Ketika anak mengalami tantrum dan ditertawakan karena tingkahnya yang lucu misalnya, ini akan membuatnya melakukan tantrum lagi dilain waktu untuk menarik perhatian orang-orang disekitarnya.

Jangan merespon sampai anak berhenti tantrum

Anak harus mengetahui jika keinginannya harus disampaikan dengan baik. Jangan merespon anak ketika masih dalam keadaan tantrum. Anak-anak harus tahu bahwa orang tua yang memegang kendali. Artinya anak boleh menyampaikan pendapatnya asal dengan cara yang baik.

Berikan sentuhan kepada anak ketika tantrumnya reda

Ketika tantrum anak telah reda, berikan pelukan. Bisikan kata-kata yang menenangkan.

Cukup itu dulu yang bisa dishare. Ingat, jangan ikutan marah-marah atau bahkan meninggalkannya. Sekali lagi, “namanya juga anak-anak”. Ketika anak semakin tumbuh besar mereka pasti semakin baik mengontrol emosinya.

Baca pula, 7 hal yang merusak mental anak.

Leave a Reply