Biutifa.com
Informasi Lifestyle Muslimah Syar'i & Stylish

Menurut beberapa penelitian, untuk membantu anak belajar berbahasa dan atau membaca, Anda hanya perlu memerhatikan tiga keterampilan dasar, yaitu: Syntax, Semantics, Phonics.

Syntax (sintaks) adalah cara kata, frase dan klausa digabungkan untuk membentuk sebuah kalimat dan pragraf.

Semantics (semantik) adalah bagaimana kata dan kalimat dalam sebuah paragraf saling berhubungan satu sama lain.

Phonics adalah sebuah metode pengajaran membaca yang mengacu pada suara pada setiap huruf.

Saat preschooler belajar membaca, dia akan mengembangkan semua bidang ini. Kebanyakan anak-anak mulai memahami sintaks dan semantik. Misalnya dia akan belajar bahwa kalimat dalam sebuah buku berjalan dari kiri ke kanan sebelum dia mengerti mengombinasikan huruf.

Hal terbaik yang harus Anda lakukan adalah membantu anak mengembangkan ketiga komponen ini dengan mengajaknya berlatih membaca buku setiap hari dalam kesempatan apapun. Menyediakan banyak koleksi buku, mengajaknya membaca sebelum dia tidur, pergi ke perpustakaan akan meningkatkan kecintaanya terhadap literasi.

Tentang syntax

Seorang anak yang memahami sintaks akan mengalami kepekaan akan bahasa dan tulisan. Keterampilan ini dimulai dengan pemahaman struktur pada sebuah buku. Misalnya ketika dia masih bayi, dia memegang buku secara terbalik, menggigitinya dan bahkan dilempar. Bertambahnya usia dia akan mulai memahami bahwa buku memiliki bagian depan dan belakang, setiap kata dalam kalimat dibaca dari kiri ke kanan dan buku itu berkembang dari halaman demi halaman. Lebih dalam lagi, dia akan mengerti struktur buku yang di dalamnya ada kata, kalimat, paragraf dan bab.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengembangkan keterampilan sintaks:

Bacakan dengan lantang dan jelas buku-buku rhyme. Anda bisa mencoba dengan buku-buku nursery rhyme.

Saat Anda membaca, ikuti setiap kata dengan jari Anda. Ini akan menunjukkan kepada anak bahwa kata berlanjut membentuk kalimat.

Menulis dengan anak. Tekankan setiap bagian pada tulisan tersebut; judul, kalimat, paragraf, penutup.

Tentang semantic

Keterampilan semantik mencakup kemampuan untuk mengenali dan mendefinisikan kata-kata, memprediksi alur cerita, memahami karakter, memaknai keseluruhan paragraf atau bagian dari sebuah buku dan untuk mendiskusikan atau menceritakan kembali setelah membacanya. Ini juga berarti bisa mengganti dan membedakan kata dengan makna serupa, misalnya “lingkaran” dan “bundar”.

Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan keterampilan semantik:

Membaca buku cerita. Misalnya tentang superhero.

Ceritakan tentang buku yang Anda baca. Mintalah anak Anda untuk memprediksi akhir ceritanya.

Teruslah Anda bercerita. Jika anak mulai ikut membaca, jangan berhenti di tengah kalimat saat menemui kata yang sulit. Jika anak ‘terjebak’, ucapkan kata tersebut, jelaskan artinya kemudian lanjutkan sampai akhir kalimat. Ini mendorong pemahaman makna dari sebuah kalimat. Anda juga bisa meninjau ulang kata tersebut setelah selesai.

Tentang phonic

Menurut Rosemary, phonic adalah “this refers to the set of relationships between sounds and how they can be represented by the letters of the alphabet in print”. Bunyi huruf adalah sebuah hubungan  antara bunyi yang dapat diwakilkan oleh alfabet secara tercetak. Sistem phonic merupakan sistem yang berkaitan dengan sistem bunyi yang dapat dikenalkan dalam alphabet atau huruf.

Metode pengajaran berbasis phonic ini biasa disebut Letter Land dalam dunia pendidikan. Letter Land sebagai salah satu alternatif yang terbukti memudahkan anak untuk belajar membaca. Meskipun dikhususkan untuk bahasa Inggris, namun Letter Land juga dapat membantu dalam membaca kata dalam Bahasa Indonesia.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengembangkan keterampilan phonic:

Gunakan buku rhyme. Tunjukkan kata-kata yang mirip dan bahas perbedaan maknanya.

Gunakan buku alfabet untuk membahas kata yang sama dan berbeda.

Tulislah nama anggota keluarga dan teman. Bunyikan setiap nama tersebut pada anak. Kelompokkan nama  sesuai dengan huruf pertamanya.

Mintalah anak membacakan untuk Anda. Saat dia menemukan kata-kata baru atau sulit, ucapkan dan definisikan untuknya, lalu biarkan anak Anda membaca kalimatnya lagi.

Bukan hanya huruf. Misal “a adalah apel”, “b adalah bebek” dan seterusnya.

inspiration: www.babycentre.co.uk

Leave a Reply